Selasa, 22 April 2014

VISI KAMMI
KAMMI merupakan wadah perjuangan permanen yang akan melahirkan kader-kader pemimpin masa depan yang tangguh dalam upaya mewujudkan masyarakat Islami di Indonesia.

MISI KAMMI
1. Membina keislaman, keimanan, dan ketaqwaan mahasiswa muslim Indonesia.
2. Menggali, mengembangkan, dan memantapkan potensi dakwah, intelektual, sosial, dan politik
mahasiswa.
3. Mencerahkan dan meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang
rabbani, madani (civil society).
4. Memelopori dan memelihara komunikasi, solidaritas, dan kerjasama mahasiswa Indonesia dalam
menyelesaikan permasalahan kerakyatan dan kebangsaan.
5. Mengembangkan kerjasama antar elemen masyarakat dengan semangat membawa kebaikan, menyebar manfaat, dan mencegah kemungkaran (amar maruf nahi munkar).

Sabtu, 19 April 2014

 PK KAMMI UISU






(penulis : Amin Antoni)
20 april 2014 
Adakah kita berpikir mengenai pohon pisang, yang terlihat lemah, mudah lusuh dan kuyuh karna tiup angin yang begitu gemuruh namun apakah pohon pisang itu mati? Atau ketika ia ditebas oleh sebuah benda tajam serupa golok sekalipun, apakah dia mati? Tampilannya pun terkesan sepele namun adakah kita perhatikan mengenai dirinya. Bair pun lusuh dan kuyuh dia mampu menghadirkan kehidupan lain bagi sekelilingnya seperti cacing tanah, lalu apakah kita lihat bagian tubuhnya yang ditebas, usai sudah kehidupannya? Tidak kawan, dia terlahir kembali menjadi pribadi yang baru dan lebih baik lagi, ketika dirinya dilucuti apakah dia mati? Tidak kawan, dedaunannya tumbuh kembali dan buahnya pun kian ditunggu bagi kita. Lagi-lagi ketika kita tebang pohon pisang ternyata dia sudah meninggalkan generasi di sekelilingnya.
        Mari kita merenung sejenak batapa indanyah dakwah yang sudah kita emban,walaupun banyak tantangan tapi disitulah keindahan yang kita dapatkan, bukankah pohon pisang saja ketika di tebas ternyata di lahir menjadi pribadi yang unggul, kita pun bisa menjadi pribadi yang unggul,,unggul dalam artian unggul dalam amlan-amalan sholeh, Tilawah Alqur'an,Dan Dakwah yang konprehenshif. Supaya kita Unggul dalam dakwah perlu kita ingat-ingat lagi sahabat Rasulullah Yang bernama Mushab Bin Umair. Dia adalah seorang pemuda yang kaya,tampan,pintar, sehingga dia di kenal dikota makkah dan menjadi sosok yang di idam-idamkan. Tapi AKhir kehidupannya setelah masuk Islam,dia korban seluruh hartanya,pakaian mewahnya bahkan nyawanya. Dikala perang uhud Mushab Bin Umair Ditombak samapi 72 kali dan tangannya kiri kanan putus di tebas karna mempertahankan Bendera Islam. Dan pada akhirnya beliau Syahid fi Sabilillah. Nah,,bagaimana dengan kita,bagaimana pengorbanan kita dalam dakwah ini,bagaimana pengorbanan waktu kita  dalam dakwah ini. ketika berani berkorban maka  akan menjadi pribadi yang Unggul.
        inilah yang ana bisa ana tuliskan mudah2han kita lebih semangat lagi,,pengorbanan antum-antum semua di butuhkan dalam dakwah ini. Karna janji Allah LAHUM JANNATIN TAJRI MIN TAHTIHAL ANHARU,KHOLIDINA FIHA ABADAN"bagi mereka syurga yang ibaawahnya mengalir sungai-sungai dan mereka kekal di dalamnya"
       

Rabu, 20 November 2013


Judul Pribadi “Nasehat diri”
Jazakumullah or Jazakumullah khair sering melintas di telinga atau di akhir Ta’limat, taujih dalam pesan singkat di kalangan kita para aktivis dakwah. Biasanya kata ini sering disingkat dengan “jzkl” saja di ujung pesan.
Sekilas judul ini seperti pilihan, pilihan dalam ucapannya yang tepat dan benar. Saya bukan menjurus di Bahasa Arab, bukan juga pandai dalam berbahasa Arab. Tak ada salahnya berbagi ketika dibagi.
“Afwan, pemakaian kata dalam bahasa Arab itu berbeda sebutan jika ia tertuju pada hanya satu orang Laki- laki atau pada satu orang Perempuan, Jazakallah itu ditujukan bagi seorang Laki- laki, Jazakillah bagi seorang Perempuan, Jazakumullah bagi banyak orang. Kemudian perlu diperjelas Jazakallah memiliki arti: Semoga ALLAH membalas, membalas apa?, tidak cukup dengan mengucap kata Jazakallah saja, akan tetapi ditambahkan Khair setelahnya, hingga bermakna: Semoga ALLAH membalas kebaikannya (-nya yang ditujukan), bukan mengajari ikan berenang.”
Paragraf di atas adalah Pesan singkat Sekretaris Umum PD KAMMI Medan Periode 2011-2013 (namanya pasti tau,hehee), sekitar 1 tahun yang lalu tertuju pada saya saat menanyakan suatu hal hingga diakhir pesan saya mengucap Jazakillah, yang secara penempatannya memang sangat salah. Ops.. kira- kira seperti itulah inti dari pesan yang Beliau sampaikan.
Yang membuat saya selalu teringat dari pesan beliau tersebut adalah kalimat akhir yang saya Bold kan, bermakna bahwa dalam mengajari/ menasehati seseorang bukan terus mencamkan kalau yang sedang dibuat orang lain itu adalah salah. “Bukan mengajari ikan berenang” berarti “mengingatkan ikan untuk berenang dengan baik”. Menasehati bukan menggurui.
Pengalaman salah adalah upaya dalam beranjak untuk tidak mengulangi kesalahan setelah diingatkan, yaa,,secara bahasa Arab kan bahasa Surga kita, jadi mesti belajar dari sekarang dunk tuk persiapan bahasa kita di Surga nanti, meski nanti memang langsung bisa..hehe setidaknya sudah diaplikasikan dari sekarang, kan gitu. Syukran katsir akhi, sangat bermanfaat bagi saya pribadi. Jazakallah khairan katsir. ^_~

Ukhti Susilawati~Koordinator Kaderisasi PK KAMMI UISU